PELAKSANAAN PELAYANAN SURAT PERSETUJUAN SYAHBANDAR KAPAL SPOB. SEROJA VI DI PT ARPENI PRATAMA OCEAN LINE CABANG MERAK

Martin Wahyu Setyawan, Rifki Aziz

Abstract


            Permasalahan dalam pelaksanaan SPS System dalam pelayanan SPOB Seroja VI adalah tingginya intensitas kedatangan dan/ atau keberangkatan kapal, tingginya biaya operasional, koneksi internet yang buruk dan terbatasnya jumlah staff agency.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pelayanan kapal dengan menggunakan SPS System. 2)Untuk mengetahui apa saja persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan SPS System. 3) Untuk dokumen apa saja yang diperlukan dalam penyelesaian dokumen kapal menggunakan SPS System. 4) Untuk mengetahui proses penyelesaian dokumen kapal menggunakan SPS System. 5) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan SPS System oleh PT Arpeni Pratama Ocean Line Cabang Merak.

            Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di PT Arpeni Pratama Ocean Line Cabang Merak dari bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Juni 2019. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara wawancara,observasi, dan studi dokumentasi. Sedangkan, informan yang dijadikan penelitian adalah Head Operation dan Staf Operasional/ Agency PT Arpeni Pratama Ocean Line Cabang Merak. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.

Hasil penelitian ini adalah: 1) Pelayanan dalam penyelesaian dokumen kapal di PT Arpeni Pratama Ocean Line Cabang Merak dengan menggunakan SPS System. 2) Persiapan pelaksanaan SPS System dalam penyelesaian pelayanan jasa keagenan kapal melalui 4 (empat) tahap,yaitu: persiapan peralatan, persiapan tenaga kerja, persiapan waktu, dan persiapan dokumen. 3) Dokumen yang diperlukan dalam pelaksanaan SPS System secara garis besar ada tiga, yaitu: dokumen kapal, dokumen muatan, dan dokumen crew. 4) Proses penyelesaian dokumen kapal dengan menggunakan SPS System melalui tujuh tahap, diantaranya: a) menerima SPK keagenan. b) Membuat permohonan PKK. c) Pengambilan dokumen. d) Pemeriksaan sertifikat kapal. e) Permohonan Clearance In. f) Monitoring Kegiatan Kapal. g) Proses Clearance Out. 5) Upaya untuk meningkatkan SPS System adalah dengan menyediakan perangkat pendukung dan mengadakan pelatihan terkait penggunaan SPS System. SPS System/ Sistem Informasi (SI) KSOP Banten dapat mempermudah dan memberikan layanan kepada pengguna jasa serta mengefisiensikan waktu penyelesaian dokumen kapal dalam mempercepat proses Port Clearance, sehingga terhindarnya kapal dari delay yang dapat merugikan pihak kapal.


References


Bogdan & Taylor. 1992. Pengantar Metode Kualitatif. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.

Miles, B Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moleong, Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2008 tentang Tatacara Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2015 tentang Pelayanan Surat Persetujuan Syahbandar secara Online.

Santoso, H. Banu, 1998. Port Terminal Operation.Semarang: Stimart “AMNI”.

Sudjatmiko, F.D.C. 1985. Pokok-pokok Pelayaran Niaga.Jakarta: Akademika Pressindo.

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, V. Wiratna. 2014. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sutopo, H.B. 2002.Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Suyono R.P. 2003. Shipping: Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut, Edisi Revisi, Jakarta.

Undang-undang Republik Indinesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Bandung: Penerbit Citra Umbara.

W. J. S. Poerwodarminta, 1976. Pengertian Pelayanan. Jakarta : PN Balai Pustaka


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MUARA | Jurnal Manajemen Pelayaran Nasional

ISSN : 2715-6583